Parenting Kelas X SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga: Sinergi Sekolah dan Orang Tua Siapkan Masa Depan Siswa Sejak Dini

REMBANG, PURBALINGGA – Masa depan siswa tidak hanya dibentuk dari apa yang dipelajari di ruang kelas. Dukungan keluarga, pendampingan sekolah, lingkungan pergaulan, serta kemampuan siswa dalam mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan generasi yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Semangat tersebut terasa dalam rangkaian Parenting Kelas X SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga yang dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026 dan Selasa, 8 September 2026, bertempat di Aula SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga.

Kegiatan parenting diikuti oleh orang tua/wali siswa Kelas X dari berbagai kompetensi keahlian, yaitu PPLG (Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim), Pemasaran yang meliputi Bisnis Digital dan Bisnis Ritel, TSM (Teknik Sepeda Motor), serta FKK (Farmasi Klinis dan Komunitas).

Bukan sekadar pertemuan rutin, parenting menjadi momentum penting untuk membuka komunikasi antara sekolah dan keluarga sekaligus memberikan gambaran mengenai perjalanan pendidikan siswa selama tiga tahun, mulai dari Kelas X hingga Kelas XII.

Parenting, Jembatan Komunikasi Sekolah dan Orang Tua

Memasuki jenjang SMK merupakan fase baru bagi peserta didik. Selain mendapatkan pembelajaran akademik, siswa mulai diarahkan untuk mengenal kompetensi keahlian, dunia kerja, budaya industri, pengalaman praktik, hingga berbagai program yang mendukung kesiapan mereka setelah lulus.

Melalui kegiatan parenting, orang tua mendapatkan informasi secara langsung mengenai program sekolah dan jurusan. Dengan demikian, pendampingan yang diberikan di rumah dapat berjalan searah dengan proses pendidikan di sekolah.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga, Bapak Nurkholis, S.Pd, M.Par, M.Pd, serta pada rangkaian kegiatan juga hadir Ketua Komite Sekolah, Bapak Anar Wahyono.

Kehadiran pimpinan sekolah dan komite memperkuat pesan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah memiliki program, guru mendampingi pembelajaran, orang tua memberikan dukungan dari rumah, sedangkan siswa menjadi aktor utama dalam menjalani proses pendidikan.

Bekal Penting Remaja: Pencegahan Pernikahan Dini

Salah satu agenda penting dalam parenting adalah sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang disampaikan oleh Kepala KUA.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi orang tua dalam mendampingi anak yang sedang berada pada fase remaja. Pencegahan pernikahan dini tidak hanya berkaitan dengan persoalan usia, tetapi juga menyangkut kesiapan diri, pendidikan, tanggung jawab, kesehatan, kondisi sosial, serta kemampuan membangun kehidupan keluarga secara matang.

Pesan yang dibangun adalah bahwa masa remaja merupakan waktu berharga untuk belajar, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

Bagi siswa SMK, masa pendidikan menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kompetensi sesuai bidang keahlian. Karena itu, komunikasi orang tua dan anak perlu terus dibangun. Anak tidak hanya membutuhkan pertanyaan tentang nilai dan tugas sekolah, tetapi juga ruang untuk bercerita, berdiskusi, dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Mengenal Program Jurusan Sejak Kelas X

Selain sosialisasi pencegahan pernikahan dini, orang tua juga mendapatkan pemaparan mengenai program masing-masing jurusan.

Untuk Jurusan Pemasaran, pemaparan disampaikan oleh Kepala Program Keahlian Pemasaran, Bapak Deka Restu Prabayu, S.Pd. Sementara untuk Jurusan PPLG, program disampaikan oleh Kakomli PPLG, Bapak Fahmilul Amri, S.Kom.

Pada Jurusan TSM, pemaparan program disampaikan oleh Kepala Program Keahlian TSM, Bapak Anggi Permana T, S.Pd, sedangkan untuk Jurusan FKK, pemaparan disampaikan oleh Kakomli FKK, Ibu Apt Lies Faozah, S.Farm.

Berbagai program tersebut memberikan gambaran kepada orang tua mengenai tahapan pendidikan yang akan dijalani siswa.

Salah satu program yang terdapat pada berbagai jurusan adalah Projek Kolaborasi yang dilaksanakan pada Kelas X, XI, dan XII. Melalui projek ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, membagi tugas, memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan menghasilkan karya.

Dari Outing Class hingga Dunia Industri

Memasuki Kelas XI, siswa akan mendapatkan pengalaman melalui Outing Class. Program ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kondisi nyata di luar lingkungan kelas.

Khusus Jurusan Pemasaran, terdapat pula program Beauty/Handsome Class yang mendukung kesiapan siswa dalam membangun penampilan pribadi, sikap profesional, etika, dan kepercayaan diri yang relevan dengan bidang bisnis digital maupun bisnis ritel.

Sementara itu, perjalanan siswa menuju Kelas XII akan diwarnai sejumlah agenda penting, seperti PKL, USK/UKK, TKA, dan ANBK.

PKL memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung. USK/UKK menjadi bagian penting dalam penguatan dan pengujian kompetensi keahlian, sedangkan TKA dan ANBK membutuhkan kesiapan akademik serta kedisiplinan.

Parenting Dibagi dalam Empat Sesi

Untuk memastikan informasi dapat disampaikan secara lebih fokus, kegiatan parenting dilaksanakan dalam beberapa sesi.

Pada Senin, 7 September 2026, parenting diikuti orang tua/wali siswa Pemasaran pukul 08.30–12.00 WIB, kemudian PPLG pukul 12.30–15.30 WIB.

Selanjutnya, pada Selasa, 8 September 2026, sesi pertama diperuntukkan bagi TSM pukul 08.30–11.00 WIB, sedangkan sesi kedua untuk FKK berlangsung pukul 12.30–15.00 WIB.

Meskipun terbagi dalam beberapa sesi dan memiliki karakteristik kompetensi yang berbeda, seluruh kegiatan membawa semangat yang sama, yaitu memperkuat kolaborasi sekolah dan keluarga.

Bersama Menyiapkan Masa Depan

Tiga tahun di SMK akan berlalu dengan cepat. Kelas X menjadi fondasi, Kelas XI menjadi ruang untuk memperluas pengalaman dan kompetensi, sedangkan Kelas XII menjadi tahap penting sebelum siswa melangkah menuju dunia kerja, pendidikan lanjutan, maupun dunia usaha.

Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu hingga anak berada di Kelas XII untuk mulai memikirkan masa depan. Kebiasaan belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan motivasi perlu dibangun sejak awal.

Parenting Kelas X SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik. Ada karakter, keterampilan, pengalaman, kesiapan mental, dan perencanaan masa depan yang perlu dipersiapkan bersama.

Sekolah dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, siswa akan memiliki lingkungan yang lebih kuat untuk tumbuh dan berkembang.

Mari terus bersinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa untuk menciptakan pendidikan yang positif, bermakna, dan berorientasi pada masa depan.

Ikuti terus informasi dan aktivitas SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga, mulai dari kegiatan pembelajaran, program PPLG, Pemasaran, TSM, FKK, Projek Kolaborasi, Outing Class, PKL, hingga berbagai prestasi dan kegiatan siswa lainnya.

SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga – bersama menyiapkan generasi kompeten, berkarakter, siap kerja, siap melanjutkan pendidikan, dan siap berwirausaha.