PURBALINGGA — “Berani bicara adalah langkah pertama untuk berani berkarya.” Kalimat tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan Guru Tamu Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga yang digelar pada Senin, 10 Agustus 2026. Mengusung tema “Berani Bicara, Siap Berkarya: Meningkatkan Kemampuan Public Speaking untuk Generasi Pemasaran”, kegiatan ini menghadirkan Tina Trisnawati sebagai narasumber.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB tersebut dilaksanakan di Aula Gedung PK SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga. Peserta merupakan siswa Jurusan Pemasaran, khususnya pada konsentrasi Bisnis Digital dan Bisnis Ritel, yang mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai pentingnya kemampuan berbicara dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan pemasaran.
Bagi siswa pemasaran, kemampuan berbicara bukan sekadar kemampuan menyampaikan kata-kata. Lebih dari itu, public speaking menjadi keterampilan penting untuk membangun kepercayaan, memengaruhi orang lain, menawarkan produk, melayani pelanggan, melakukan presentasi, hingga membangun personal branding.
Public Speaking, Skill Penting Generasi Pemasaran
Dunia pemasaran terus berkembang. Jika dahulu aktivitas pemasaran identik dengan menawarkan barang secara langsung kepada konsumen, kini cara berkomunikasi semakin beragam. Seorang tenaga pemasaran dapat berinteraksi dengan konsumen melalui toko fisik, marketplace, media sosial, video pendek, live streaming, hingga berbagai platform digital lainnya.
Perubahan tersebut membuat kemampuan komunikasi semakin dibutuhkan.
Seorang sales promotion, misalnya, harus mampu menjelaskan keunggulan produk dengan bahasa yang mudah dipahami. Seorang pramuniaga harus mampu memberikan pelayanan yang ramah dan meyakinkan. Sementara itu, seorang host live streaming dituntut untuk mampu berbicara secara spontan, menarik perhatian audiens, menjelaskan produk, menjawab pertanyaan, dan mengajak calon konsumen melakukan pembelian.
Begitu pula dengan pekerjaan di bidang bisnis digital. Admin media sosial, customer service online, content creator, affiliate marketer, hingga digital marketer membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik.
Karena itulah, kegiatan Guru Tamu Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga menjadi momentum penting bagi siswa untuk memahami bahwa keterampilan public speaking merupakan salah satu bekal menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
Tina Trisnawati Ajak Siswa Berani Berbicara
Dalam kegiatan tersebut, Tina Trisnawati hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai public speaking kepada para siswa.
Dengan tema “Berani Bicara, Siap Berkarya”, siswa diajak untuk tidak menjadikan rasa malu, gugup, atau takut salah sebagai penghalang untuk berkembang. Kemampuan berbicara, menurut semangat kegiatan tersebut, tidak harus langsung sempurna. Keterampilan tersebut dapat dibangun melalui keberanian untuk mencoba, berlatih, melakukan evaluasi, kemudian mencoba kembali.
Hal ini menjadi sangat relevan bagi siswa SMK yang sejak bangku sekolah telah dipersiapkan untuk memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Public speaking tidak hanya diperlukan ketika seseorang berdiri di atas panggung. Kemampuan tersebut juga dibutuhkan dalam berbagai situasi sederhana yang sering ditemui siswa.
Ketika melakukan presentasi tugas, misalnya, siswa membutuhkan kemampuan menyampaikan ide dengan runtut. Ketika melakukan praktik pelayanan pelanggan, siswa harus mampu berkomunikasi dengan sopan dan percaya diri. Saat mengikuti wawancara kerja, siswa perlu mampu memperkenalkan diri dan menjelaskan kompetensinya.
Bahkan dalam dunia bisnis digital, kemampuan berbicara dapat menjadi pembeda antara konten yang sekadar ditonton dan konten yang mampu membuat audiens tertarik.
Dari Aula Sekolah Menuju Dunia Kerja
Suasana kegiatan di Aula Gedung PK menjadi ruang belajar yang berbeda bagi para siswa. Jika pembelajaran di kelas lebih banyak berfokus pada teori dan kompetensi akademik, kegiatan guru tamu memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik nyata.
Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diajak melihat keterampilan komunikasi dari perspektif yang lebih luas.
Guru Tamu merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan narasumber atau praktisi yang memiliki pengalaman dan wawasan tertentu. Kehadiran narasumber di lingkungan sekolah diharapkan dapat memperkaya pemahaman siswa sekaligus membuka wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan setelah mereka lulus.
Dalam konteks Jurusan Pemasaran, public speaking menjadi keterampilan yang sangat strategis.
Bayangkan seorang siswa harus menawarkan sebuah produk kepada calon pelanggan. Produk yang bagus belum tentu langsung dibeli jika penjual tidak mampu menjelaskan manfaatnya. Sebaliknya, cara komunikasi yang menarik dapat membantu konsumen memahami nilai sebuah produk.
Inilah mengapa kemampuan berbicara menjadi bagian penting dalam aktivitas pemasaran.
Bukan Sekadar Berbicara, tetapi Membangun Kepercayaan
Public speaking sering kali dipahami sebagai kemampuan berbicara di depan banyak orang. Padahal, maknanya jauh lebih luas.
Dalam dunia pemasaran, berbicara berarti membangun hubungan.
Ketika seorang pelanggan datang ke toko, cara seorang pramuniaga menyapa dapat menciptakan kesan pertama. Ketika customer service menjawab pertanyaan konsumen, pilihan kata dan intonasi dapat menentukan kepuasan pelanggan. Ketika host melakukan live selling, energi, ekspresi, dan kemampuan membangun interaksi dapat memengaruhi ketertarikan audiens.
Dengan kata lain, komunikasi yang baik dapat menciptakan kepercayaan.
Hal inilah yang perlu dipahami oleh generasi muda yang akan memasuki dunia kerja. Kompetensi teknis memang penting, tetapi kemampuan berkomunikasi juga menjadi modal yang tidak kalah berharga.
Siswa Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga mendapatkan kesempatan untuk mulai melatih keterampilan tersebut sejak di bangku sekolah.
Public Speaking untuk Bisnis Digital dan Bisnis Ritel
Menariknya, kebutuhan public speaking memiliki penerapan yang luas baik pada Bisnis Digital maupun Bisnis Ritel.
Pada bidang Bisnis Digital, siswa dapat menerapkan kemampuan public speaking ketika membuat konten promosi, menjadi host live streaming, membuat video review produk, melakukan presentasi digital, menjadi content creator, atau berkomunikasi dengan pelanggan melalui berbagai platform.
Sementara itu, pada bidang Bisnis Ritel, kemampuan komunikasi dapat digunakan ketika menjadi pramuniaga, kasir, customer service, sales promotion, atau ketika melakukan pelayanan langsung kepada konsumen.
Keduanya memiliki karakteristik berbeda, tetapi memiliki satu fondasi yang sama: kemampuan memahami konsumen dan berkomunikasi secara efektif.
Oleh sebab itu, tema kegiatan guru tamu kali ini sangat relevan dengan kebutuhan kompetensi siswa pemasaran.
Mengubah Rasa Gugup Menjadi Kepercayaan Diri
Salah satu tantangan yang sering dialami siswa ketika berbicara di depan orang lain adalah rasa gugup.
Tangan terasa dingin. Jantung berdebar. Pikiran tiba-tiba kosong. Bahkan kalimat yang sebelumnya sudah dipersiapkan terkadang mendadak sulit disampaikan.
Hal tersebut merupakan pengalaman yang wajar.
Kepercayaan diri bukan sesuatu yang muncul dalam satu malam. Kemampuan tersebut perlu dibangun melalui proses. Semakin sering seseorang berlatih berbicara, semakin terbiasa pula dirinya menghadapi situasi komunikasi.
Karena itu, siswa perlu diberikan ruang untuk mencoba.
Kesalahan ketika belajar berbicara bukanlah akhir dari proses. Justru dari kesalahan itulah siswa dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.
Pesan “Berani Bicara, Siap Berkarya” menjadi semakin bermakna karena keberanian untuk berbicara dapat menjadi pintu menuju berbagai kesempatan.
Siswa yang berani menyampaikan ide akan lebih mudah menunjukkan potensinya. Siswa yang mampu menjelaskan gagasan dengan baik akan lebih siap melakukan presentasi. Siswa yang percaya diri ketika berkomunikasi akan memiliki modal lebih baik ketika menghadapi dunia kerja.
AIDA: Public Speaking sebagai Kunci Menarik Perhatian Konsumen
Dalam dunia pemasaran, siswa juga mengenal konsep AIDA, yaitu Attention, Interest, Desire, dan Action.
Menariknya, prinsip tersebut dapat dikaitkan dengan kemampuan public speaking.
Attention berarti bagaimana seseorang mampu menarik perhatian audiens. Dalam berbicara, hal ini dapat dilakukan melalui pembukaan yang menarik, pertanyaan, cerita, fakta, atau pernyataan yang membuat audiens penasaran.
Berikutnya adalah Interest, yaitu membangun ketertarikan. Pembicara perlu menyampaikan informasi yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Tahap selanjutnya adalah Desire, yaitu membangun keinginan. Dalam konteks pemasaran, komunikasi harus mampu menunjukkan manfaat dan nilai yang ditawarkan.
Terakhir adalah Action, yaitu mendorong audiens melakukan tindakan.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa public speaking bukan sekadar berbicara panjang lebar. Ada tujuan yang ingin dicapai dalam setiap komunikasi.
Bagi siswa pemasaran, pemahaman tersebut tentu menjadi bekal yang sangat berharga.
Membangun Generasi Pemasaran yang Komunikatif dan Adaptif
Kegiatan guru tamu ini juga menjadi bagian dari upaya SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga dalam mendukung pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bekerja sama, berkomunikasi, beradaptasi, memecahkan masalah, dan menunjukkan sikap profesional.
Public speaking menjadi salah satu keterampilan yang mendukung berbagai kompetensi tersebut.
Seorang pekerja yang mampu menyampaikan ide dengan jelas akan lebih mudah berkolaborasi dengan tim. Seorang pelaku bisnis yang mampu menjelaskan produknya dengan baik akan lebih mudah membangun hubungan dengan pelanggan. Seorang calon tenaga kerja yang percaya diri saat wawancara akan lebih mampu menunjukkan kompetensi yang dimilikinya.
Dengan demikian, pembelajaran public speaking tidak hanya berguna untuk kegiatan sekolah hari ini, tetapi juga dapat menjadi investasi keterampilan untuk masa depan.
Guru Tamu Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Kontekstual
Kegiatan Guru Tamu Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung melalui berbagai cara.
Ruang kelas bukan satu-satunya tempat untuk memperoleh pengetahuan. Aula sekolah, lingkungan kerja, praktisi, pengalaman lapangan, maupun interaksi dengan masyarakat dapat menjadi sumber belajar yang berharga.
Kehadiran Tina Trisnawati dalam kegiatan tersebut memberikan warna tersendiri bagi pembelajaran siswa. Melalui tema public speaking, siswa diajak melihat hubungan antara kemampuan komunikasi dengan berbagai peluang karier di bidang pemasaran.
Bagi siswa Bisnis Digital, kemampuan berbicara dapat membuka peluang menjadi host live, content creator, customer service online, affiliate marketer, hingga profesi digital lainnya.
Sementara bagi siswa Bisnis Ritel, keterampilan tersebut dapat mendukung pekerjaan sebagai pramuniaga, sales promotion, kasir, customer service, hingga berbagai posisi yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
Saatnya Siswa Pemasaran Berani Bicara dan Berani Berkarya
Pada akhirnya, kemampuan public speaking bukan tentang siapa yang paling pandai berbicara. Public speaking adalah tentang bagaimana seseorang mampu menyampaikan pesan secara jelas, percaya diri, dan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Bagi generasi muda, keterampilan ini menjadi semakin penting di tengah perkembangan media digital dan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Satu video dapat menjangkau ribuan orang. Satu sesi live streaming dapat memperkenalkan produk kepada banyak calon konsumen. Satu presentasi dapat membuka peluang kerja. Bahkan satu percakapan yang dilakukan dengan baik dapat membangun relasi bisnis.
Semua berawal dari kemampuan berkomunikasi.
Melalui kegiatan Guru Tamu “Berani Bicara, Siap Berkarya: Meningkatkan Kemampuan Public Speaking untuk Generasi Pemasaran”, siswa Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi diri.
Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai berbicara.
Berani mencoba. Berani tampil. Berani menyampaikan ide. Berani menerima masukan. Dan yang terpenting, berani terus belajar.
Karena generasi pemasaran masa depan bukan hanya dituntut mampu menjual produk, tetapi juga mampu menjual ide, membangun kepercayaan, menciptakan pengalaman, dan membangun hubungan dengan konsumen.
CTA: Yuk, Jadi Generasi Pemasaran yang Berani Tampil!
Kegiatan guru tamu ini menjadi pengingat bahwa kompetensi pemasaran harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Public speaking merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi dunia kerja, dunia usaha, maupun membangun karier di bidang digital dan ritel.
Mari dukung siswa SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga untuk terus belajar, berlatih, berprestasi, dan mengembangkan kompetensi sesuai perkembangan industri.
Berani Bicara, Siap Berkarya!
Ikuti terus berbagai informasi, kegiatan, prestasi, dan inovasi pembelajaran SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga melalui kanal informasi resmi sekolah.
SMK Negeri 1 Rembang Purbalingga — Siap Belajar, Siap Berkarya, Siap Menghadapi Dunia Kerja!
PURBALINGGA — Seberapa kuat fisikmu? Seberapa kompak timmu? Dan yang paling pent
PURBALINGGA — “Berani bicara adalah langkah pertama untuk berani berkarya.”
REMBANG, PURBALINGGA – Siapa bilang kegiatan Pramuka hanya tentang baris-berbari